Pekanbaru, Dapurredaksi.com – Polda Riau menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral dalam rangka kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026. Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi serta memperkuat kolaborasi antarinstansi guna menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Provinsi Riau.
Rakor yang digelar di Aula Tribrata Mapolda Riau, Senin (9/3/2026), dipimpin langsung oleh Kapolda Riau, Herry Heryawan. Kegiatan tersebut dihadiri pejabat utama (PJU), para kapolres jajaran Polda Riau, serta berbagai pemangku kepentingan dari instansi terkait.
Dalam arahannya, Kapolda menyoroti situasi geopolitik dunia yang tengah bergejolak, mulai dari konflik di kawasan Timur Tengah hingga perang antara Rusia dan Ukraina yang berdampak terhadap stabilitas ekonomi global dan nasional, termasuk kenaikan harga energi.
Menurutnya, kondisi global yang tidak menentu tersebut mengharuskan semua pihak untuk memperkuat sinergi dan gotong royong, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama momentum mudik dan perayaan Idul Fitri.
“Kita harus bersatu padu dan bergotong royong. Operasi Ketupat bukan sekadar rutinitas, tetapi sarana pelayanan kepada masyarakat yang harus kita kuatkan dengan kolaborasi,” ujar Kapolda.
Ia juga mengingatkan potensi dampak ekonomi yang bisa memicu panic buying menjelang hari besar keagamaan. Oleh karena itu, Kapolda menginstruksikan Satgas Pangan untuk meningkatkan pengawasan distribusi bahan pokok guna mencegah penimbunan dan menjaga stabilitas harga.
Selain itu, Kapolda menekankan pentingnya penguatan komunikasi dan koordinasi lintas sektoral dalam mendukung berbagai program pemerintah, termasuk program yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dalam rapat tersebut, sejumlah instansi juga memaparkan kesiapan menghadapi arus mudik. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau melaporkan tingkat kemantapan jalan provinsi saat ini mencapai 66,5 persen dari total panjang 2.897,4 kilometer. Sementara itu, Dinas Perhubungan memprediksi arus mudik akan terbagi dalam dua fase dengan puncak pertama pada 17–18 Maret 2026 dan kendaraan pribadi diperkirakan masih mendominasi hingga 65 persen.






