Pemerintah

Deteksi Dini Penyakit Menular, Lapas Pekanbaru Skrining Kesehatan 45 Warga Binaan Baru

1
×

Deteksi Dini Penyakit Menular, Lapas Pekanbaru Skrining Kesehatan 45 Warga Binaan Baru

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, Dapurredaksi.com – Dalam upaya mencegah penularan penyakit serta memastikan kondisi kesehatan warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru melakukan pemeriksaan kesehatan atau skrining terhadap 45 warga binaan yang baru dipindahkan ke lapas tersebut, Sabtu (07/03/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh tim medis Lapas Pekanbaru ini merupakan langkah deteksi dini sekaligus bentuk pemenuhan hak warga binaan untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak selama menjalani masa pembinaan.

Skrining kesehatan dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi kesehatan para warga binaan, termasuk mendeteksi adanya riwayat penyakit tertentu. Pemeriksaan tersebut meliputi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kesehatan, skrining Tuberkulosis (TB), pemeriksaan Hepatitis C dan HIV, serta tes kesehatan jiwa.

Melalui serangkaian pemeriksaan tersebut, petugas kesehatan dapat mengantisipasi dan mencegah potensi penyebaran penyakit menular di lingkungan lapas yang memiliki tingkat hunian cukup padat.

Baca Juga  Tekan Pelanggaran ODOL, Ditlantas Polda Riau Gelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan prosedur standar yang wajib dilakukan kepada setiap warga binaan yang baru masuk maupun dipindahkan.

“Kami selalu melakukan skrining kesehatan kepada setiap warga binaan yang baru dipindahkan. Hal ini penting karena banyaknya orang yang masuk ke lingkungan lapas dapat meningkatkan risiko penularan bakteri maupun penyakit. Oleh karena itu, kami wajib menerapkan SOP penerimaan warga binaan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu,” ujar Yuniarto.

Sementara itu, dokter Klinik Pratama Lapas Kelas IIA Pekanbaru, dr. Yani, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini berbagai penyakit menular maupun gangguan kesehatan lainnya.

“Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi adanya tanda-tanda penyakit seperti TB, Hepatitis C, HIV, gangguan kejiwaan, maupun penyakit lainnya pada warga binaan yang baru dipindahkan ke Lapas Pekanbaru,” jelasnya.

Baca Juga  Kalapas Pekanbaru Perkuat Sinergitas dengan APH Lewat Kunjungan ke PN Pekanbaru

Selain pemeriksaan kesehatan, para warga binaan juga mendapatkan pengarahan dan sosialisasi dari tim tenaga kesehatan mengenai pentingnya menjaga kebersihan serta menerapkan perilaku hidup sehat di lingkungan lapas.

Petugas juga mengingatkan agar warga binaan segera melaporkan kepada petugas jaga atau komandan jaga apabila mengalami keluhan kesehatan agar dapat segera ditangani oleh tenaga medis.

“Kami juga memiliki kader kesehatan dari warga binaan yang telah mendapatkan pelatihan tentang penanganan kesehatan dasar dan pertolongan pertama. Mereka membantu kami dalam memantau kondisi kesehatan di blok hunian,” tambah dr. Yani.

Melalui kegiatan ini, Lapas Pekanbaru berkomitmen untuk terus menjaga kesehatan lingkungan pemasyarakatan sekaligus memastikan setiap warga binaan mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal selama menjalani masa pembinaan.