PEKANBARU, DAPURREDAKSI.COM – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Siak II, tepatnya di pangkal Jembatan Siak II, Sabtu (21/2/2026) malam. Insiden tragis tersebut mengakibatkan dua orang perempuan yang merupakan tante dan keponakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kecelakaan melibatkan satu unit mobil Mitsubishi Intercooler bernomor polisi BM 8892 BU dan sepeda motor Honda Scoopy BM 2152 AAB. Sementara itu, sopir mobil dilaporkan melarikan diri usai kejadian dan kini dalam proses pencarian pihak kepolisian.
Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, Satrio Bagus Wira Wicaksana, menjelaskan kronologi sementara berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan awal di lapangan.
Menurutnya, mobil Mitsubishi Intercooler bergerak di Jalan Siak II jalur timur dari arah utara menuju selatan. Saat tiba di pangkal jembatan yang kondisinya menanjak, kendaraan diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman.
“Ketika berada di pangkal jembatan yang menanjak, pengemudi diduga kehilangan fungsi pengereman atau angin rem, sehingga kendaraan tidak dapat dikendalikan dengan baik,” ujar AKP Satrio.
Dalam kondisi tersebut, mobil sempat menabrak truk yang berada di depannya pada sisi kanan. Namun karena sistem pengereman tidak berfungsi normal, kendaraan tidak dapat berhenti dan justru bergerak mundur.
Saat mobil meluncur mundur, pengemudi membanting setir ke arah kiri. Pada waktu bersamaan, melintas sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai KY dan membonceng RH di sisi kiri belakang kendaraan.
Karena jarak terlalu dekat dan situasi yang tidak terkendali, mobil Mitsubishi tersebut menabrak sepeda motor dan melindas pengendara, penumpang, serta kendaraan dengan ban belakang sebelah kiri. Benturan keras tak terhindarkan, mengakibatkan kedua korban meninggal dunia akibat luka berat yang diderita.
Berdasarkan kesimpulan sementara, kecelakaan diduga kuat dipicu gangguan sistem pengereman (machine error) pada mobil Mitsubishi Intercooler sehingga kendaraan meluncur mundur di tanjakan dan menyebabkan tabrakan beruntun. “Diduga pengemudi mengalami rem blong sehingga kendaraan tidak bisa dikendalikan saat meluncur mundur di pangkal jembatan tersebut dan mengakibatkan kecelakaan,” tutup AKP Satrio.






