Pemerintah

Malam Pertama Ramadan, Ratusan Warga Binaan Lapas Pekanbaru Khusyuk Jalani Tarawih

1
×

Malam Pertama Ramadan, Ratusan Warga Binaan Lapas Pekanbaru Khusyuk Jalani Tarawih

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, Dapurredaksi.com – Malam pertama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah menghadirkan suasana berbeda di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru. Masjid At-Taubah yang berada di dalam lingkungan lapas dipenuhi ratusan warga binaan yang dengan khusyuk menunaikan Salat Isya dan dilanjutkan dengan Salat Tarawih berjamaah, Rabu malam (18/02/2026).

Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema lembut, menciptakan atmosfer religius yang menyejukkan hati. Meski harus menjalani ibadah jauh dari keluarga tercinta, para warga binaan tampak larut dalam kekhidmatan. Raut wajah mereka memancarkan ketenangan, seolah Ramadan menjadi ruang refleksi dan harapan baru di tengah masa pembinaan.

Baca Juga  Akses Sekolah Lebih Aman, Renovasi Dua Jembatan Merah Putih Presisi di Siak Capai 95 Persen

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, turut hadir bersama jajaran petugas mengikuti salat berjamaah. Kehadiran pimpinan di tengah-tengah warga binaan menjadi simbol kebersamaan sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap program pembinaan keagamaan yang terus digencarkan.

Menurut Yuniarto, pelaksanaan Tarawih berjamaah bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan bagian dari pembinaan kepribadian yang berorientasi pada pembentukan karakter dan peningkatan spiritualitas warga binaan.

“Ramadan adalah momentum istimewa untuk introspeksi diri dan memperkuat keimanan. Kami berharap warga binaan dapat memanfaatkan bulan suci ini sebagai sarana memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Bagi mereka, Tarawih bukan hanya kewajiban, tetapi penyejuk hati di tengah proses menjalani masa pidana,” ujarnya.

Baca Juga  Edarkan 17,62 Gram Sabu, Buruh Tani di Inhu Diciduk di Jalan Lintas Timur

Pelaksanaan ibadah berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan di bawah pengawasan petugas. Selama Ramadan, pihak lapas juga telah menyiapkan berbagai program pembinaan keagamaan, seperti tadarus Al-Qur’an, ceramah agama, hingga pembinaan rohani rutin guna memperkuat nilai-nilai spiritual warga binaan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan Ramadan menjadi titik awal perubahan positif bagi para warga binaan. Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, cahaya keimanan tetap menyala, menghadirkan harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.