Pekanbaru, Dapurredaksi.com- Puncak Ekshibisi Lomba Orasi Green Policing Tahun 2026 yang digelar Polda Riau berlangsung meriah di Atrium Mal SKA Pekanbaru, Minggu (15/2/2026). Mengusung tema “Aksi Pemuda untuk Lingkungan Bersih, Aman, dan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif bagi generasi muda untuk menyuarakan kepedulian terhadap isu lingkungan melalui seni orasi.
Kegiatan ini merupakan puncak rangkaian lomba yang telah dibuka sejak 14 Januari 2026 dan ditutup pada 3 Februari 2026, dengan proses penilaian berlangsung pada 3 hingga 6 Februari 2026. Ajang ini diikuti pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap program Green Policing yang digagas Polda Riau.
Pada kategori Pelajar Riau, Andhini Nirmala Putri dari SMAN 2 Tebing Tinggi berhasil meraih juara pertama. Posisi berikutnya ditempati Bayu Saputra dari SMAN 1 Pangkalan Kuras, Faeyza Putra Yelfindra dari SMAN 1 Pangkalan Kerinci, Hafid Maulidin dari SMAN 2 Rambah Hilir, serta Muhammad Rafhi dari SMAN 10 Pekanbaru.
Sementara itu, kategori Pelajar Luar Riau dimenangkan oleh Afghan Thoriq Muhammad Dilla Hamdan dari MAN 22 Jakarta. Juara selanjutnya diraih Dahliatus Salsabillah dari MAN 7 Jombang, Juliando Samloy dari SMAS Kristen Dian Halmahera, Mardiana dari SMAN 1 Merangin, dan Viola Aurora dari SMAN 1 Aceh Barat Daya.
Untuk kategori Mahasiswa, peringkat pertama diraih Edi Sahputra dari Universitas Terbuka. Disusul M. Alwi Zikri dari Universitas Riau, Meysah Ibrahim Nasution dari Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia, Nadia Gayatri dari Institut Agama Islam Lukman Edy Pekanbaru, dan Zikra Tiara Bintang dari Universitas Islam Riau.
Adapun Juara Favorit diraih Shaina Syaftari Putri dari SMAN 1 Sabak Auh untuk kategori Pelajar Riau, Mardiana dari SMAN 1 Merangin untuk kategori Pelajar Luar Riau, serta M. Alwi Zikri dari Universitas Riau untuk kategori Mahasiswa. Para pemenang mendapatkan apresiasi langsung dari jajaran Polda Riau.
Kapolda Riau Herry Heryawan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan harapan agar gagasan yang disampaikan para peserta tidak berhenti pada panggung lomba semata, melainkan menjadi gerakan nyata dalam menjaga lingkungan. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan menuju Riau yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Menurutnya, program Green Policing lahir dari keprihatinan terhadap kondisi hutan di Provinsi Riau yang mengalami degradasi signifikan. Berdasarkan hasil survei, sekitar 10 tahun lalu luas hutan di Riau mencapai 5,7 juta hektare dan kini tersisa sekitar 1,7 juta hektare, atau mengalami penurunan hingga 75 persen akibat kebakaran hutan dan deforestasi.
Ia menegaskan bahwa Green Policing bukan hanya tugas kepolisian, tetapi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat. Pendekatan yang dilakukan tidak lagi sekadar pemadaman saat terjadi kebakaran, melainkan pencegahan dari hulu melalui penanaman pohon, edukasi, dan perubahan paradigma dari antroposentrisme ke ekosentrisme.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Zahwani Pandra Arsyad menyebutkan bahwa lomba orasi ini diikuti 102 peserta yang terdiri dari pelajar SMA dan mahasiswa dari 11 provinsi di Indonesia. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan yang diinisiasi Polda Riau.






