Peristiwa

Asap Karhutla Kepung Permukiman di Rimbo Panjang Kampar, Warga Mulai Sesak Napas

5
×

Asap Karhutla Kepung Permukiman di Rimbo Panjang Kampar, Warga Mulai Sesak Napas

Sebarkan artikel ini

KAMPAR, DAPURREDAKSI.COM– Ratusan kepala keluarga di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, terjebak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi sejak Rabu (11/2/2026).

Hingga kini Jumat (13/2/2026), api belum berhasil dipadamkan dan justru semakin membesar karena tiupan angin kencang.

Kebakaran yang terjadi di Dusun Tiga Desa Rimbo Panjang itu dilaporkan sudah berlangsung sejak malam sebelumnya. Kobaran api bahkan mengancam permukiman warga yang berjarak sekitar 50 meter dari titik api.

Asap pekat berwarna kemerahan terlihat menyelimuti kawasan perumahan warga. Jarak pandang pun terbatas hingga belasan meter akibat tebalnya kabut asap. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu dan memicu gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia.

Baca Juga  Ngeri! Pria Paruh Baya Tertelan Paku Saat Memperbaiki Jendela Kamar Putrinya

Sejumlah warga mulai mengeluhkan sesak napas dan batuk akibat paparan asap yang terus menerus masuk ke dalam rumah. Meski belum ada warga yang mengungsi, situasi di lapangan dinilai semakin mengkhawatirkan.

Petugas dari Manggala Agni, BPBD, serta aparat kepolisian telah diterjunkan untuk melakukan pemadaman. Namun, upaya tersebut masih menghadapi kendala karena lahan yang terbakar merupakan lahan gambut dengan kedalaman cukup dalam, sehingga api sulit dipadamkan secara menyeluruh.

Aldo Alvaro, salah seorang warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kebakaran, mengaku cemas dengan kondisi yang terus memburuk. Menurutnya, asap sudah menyelimuti seluruh rumah warga dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga  Bupati Afni, Berkomitmen Wujudkan Siak Sebagai Pusat Kebudayaan Melayu

“Api sudah dekat dengan permukiman, jaraknya lebih kurang 50 meter. Asap semakin tebal, banyak warga yang mulai batuk dan sesak napas, apalagi di sini banyak lansia. Aktivitas kesehatan sudah terganggu. Kami berharap pemerintah segera menanggulangi dan memadamkan api,” ujarnya.

Ia juga meminta para pemilik lahan untuk segera mengecek kondisi di lapangan karena api semakin mendekati kawasan hunian.

Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat meningkatkan upaya pemadaman serta mengambil langkah cepat untuk mencegah api meluas ke permukiman. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan kebakaran akan berdampak lebih luas dan mengancam keselamatan masyarakat.