KAMPAR, DAPURREDAKSI.COM— Kebakaran lahan gambut yang terjadi di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, mulai berdampak langsung terhadap permukiman warga. Asap pekat dari lokasi kebakaran menyelimuti kawasan perumahan dan mengganggu aktivitas masyarakat sejak Rabu sore (11/2/2026).
Api pertama kali terlihat sekitar pukul 17.00 WIB dan hingga Kamis (12/2/2026), kobaran api dilaporkan semakin membesar. Meski petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama masyarakat telah berupaya melakukan pemadaman, api di lahan gambut tersebut masih sulit dikendalikan.
Salah seorang warga Perumahan Alam Permai, Doalvaro, mengatakan jarak titik api dengan rumah warga diperkirakan hanya sekitar 50 meter. Kondisi ini membuat warga khawatir api akan merembet hingga ke area permukiman.
“Sejak semalam sudah ada bantuan dari masyarakat dan BPBD, tapi api masih membesar,” ujarnya.
Kepulan asap tebal menyebabkan jarak pandang menurun dan membuat suasana perumahan tampak gelap. Warga terpaksa menutup pintu dan ventilasi rumah untuk mengurangi paparan asap yang masuk ke dalam rumah.
Menurut Doalvaro, dampak kesehatan mulai dirasakan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Sejumlah warga dilaporkan mengalami batuk dan sesak napas akibat menghirup asap kebakaran.
“Sudah banyak warga batuk dan sesak napas. Aktivitas masyarakat juga terganggu,” katanya.
Meski hingga kini belum ada warga yang mengungsi, kekhawatiran terus meningkat. Pasalnya, arah api berada di area kebun sawit milik masyarakat yang berbatasan langsung dengan kompleks perumahan.
Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat mempercepat proses pemadaman dan mengambil langkah antisipasi agar kebakaran tidak meluas. Selain itu, mereka juga meminta pengawasan lebih ketat terhadap lahan-lahan kosong di sekitar permukiman guna mencegah terulangnya kebakaran serupa di masa mendatang.






