Hukrim

Bentrok Maut di Areal Eks PT BS Rohul, Satu Pekerja Koperasi Tewas

19
×

Bentrok Maut di Areal Eks PT BS Rohul, Satu Pekerja Koperasi Tewas

Sebarkan artikel ini

ROKAN HULU, DAPURREDAKSI.COM — Bentrokan berdarah pecah di areal perkebunan kelapa sawit eks PT BS, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, Sabtu sore (7/2/2026). Dalam Insiden tersebut menewaskan seorang pekerja koperasi dan lima orang mengalami luka-luka.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di Dusun IV Rintis, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, melibatkan pekerja dari tiga koperasi dengan kelompok pengamanan swakarsa (Pam Swakarsa) PT Nusantara Sawit Majuma (NSM), mitra kerja sama operasional (KSO) PT Agrinas Palma Nusantara (APN).

Tiga koperasi yang terlibat masing-masing Koperasi Sontang Bertuah, Koperasi Telago Biru Sakti, dan Kelompok Tani Sakai Bersatu.

Menurut keterangan saksi, situasi awalnya berlangsung normal. Sekitar pukul 16.30 WIB, para pekerja koperasi sedang beristirahat di barak Kantor eks PT BS. Namun setengah jam kemudian, suasana mendadak berubah mencekam.

Baca Juga  Polisi Ungkap Sindikat Penyelundupan PMI, 4 Tersangka Diringkus

Sekelompok Pam Swakarsa datang ke lokasi. Adu mulut terjadi, situasi memanas, hingga akhirnya bentrokan fisik tak terelakkan.

“Kami sedang istirahat. Tiba-tiba mereka datang dan situasi langsung kacau. Kami lari menyelamatkan diri lewat belakang barak,” ujar Adi, saksi mata sekaligus korban selamat.

Dalam bentrokan tersebut, seorang pekerja koperasi berinisial BB tewas di lokasi kejadian. Dua korban lainnya mengalami luka berat, sementara tiga orang mengalami luka ringan.

Seluruh korban luka telah mendapat perawatan medis. Sementara jenazah korban tewas dievakuasi ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk keperluan autopsi.

Pasca kejadian, para pekerja koperasi bersama pengurus dari tiga desa mendatangi Polsek Bonai Darussalam untuk melaporkan insiden tersebut.

Baca Juga  Polres Siak Bongkar Bandar Sabu di Kandis, 20 Paket Siap Edar Disita

Perwakilan pekerja koperasi, Yulius Haki, menegaskan pihaknya memilih jalur hukum demi keadilan.

“Kami ingin kasus ini diproses secara profesional dan transparan. Kami menuntut keadilan bagi korban dan keluarganya,” tegas Yulius.

Polres Rokan Hulu bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut. Hingga Minggu sore (8/2/2026), 12 orang terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Kasat Reskrim Polres Rohul, AKP Tony Prawira, memastikan penyidikan dilakukan tanpa pandang bulu.

“Kami sudah mengamankan sejumlah terduga pelaku. Seluruh pihak yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Polisi juga telah melakukan olah TKP serta mengamankan sejumlah barang bukti. Selain korban jiwa, bentrokan ini turut menyebabkan kerusakan aset milik pekerja dan warga sekitar.