Hukrim

Tewas Ditembak, Gajah Sumatera Jadi Perhatian Khusus Kapolda Riau

4
×

Tewas Ditembak, Gajah Sumatera Jadi Perhatian Khusus Kapolda Riau

Sebarkan artikel ini

PELALAWAN, DAPURREDAKSI.COM-Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memimpin langsung rapat pengusutan kasus pembunuhan gajah Sumatera yang terjadi di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. Rapat tersebut digelar di Camp PT RAPP yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, pada Sabtu (7/2/2026).

Dalam rapat itu, Kapolda Riau menegaskan bahwa pengungkapan kasus pembunuhan satwa dilindungi tersebut akan dilakukan secara serius dengan menggunakan metode scientific crime investigation atau penyelidikan berbasis ilmiah.

Rapat pengusutan kasus tersebut dihadiri Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Hasyim Risahondua, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, serta perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau.

Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan duka mendalam atas tewasnya gajah Sumatera yang merupakan satwa dilindungi. Ia juga mengecam keras tindakan pelaku dan menegaskan bahwa rapat ini digelar untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengungkap kasus secara menyeluruh, profesional, dan transparan.

Kapolda menekankan bahwa penyelidikan tidak hanya dilakukan melalui pendekatan deduktif dan induktif, namun juga harus mengedepankan pendekatan ilmiah yang didukung teknologi modern.

“Metode scientific crime investigation ini kita lakukan terus-menerus sebagai acuan kita, yang nantinya dapat dilakukan secara bertahap,” ujar Irjen Herry Heryawan.

Menurutnya, pengungkapan kasus pembunuhan gajah memiliki tantangan tersendiri dan berbeda dengan penanganan perkara pembunuhan manusia. Pendekatan berbasis teknologi dan ilmu forensik menjadi faktor penting dalam mengungkap pelaku.

“Kalau manusia terbunuh, bisa dicek DNA, orang terakhir yang bertemu korban, hingga jejak digital. Dalam kasus gajah, pendekatan ilmiah dan teknologi menjadi sangat penting,” jelasnya.

Ia juga mengarahkan jajarannya untuk memaksimalkan pemanfaatan technology intelligence dalam proses penyelidikan. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sebelumnya, polisi menemukan proyektil peluru yang mengindikasikan gajah tersebut dibunuh menggunakan senjata api, dan saat ini jenis senjata yang digunakan masih didalami melalui laboratorium forensik.

Selain itu, Kapolda Riau juga telah meninjau langsung lokasi kejadian sebagai bentuk komitmen Polda Riau dalam penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada keadilan bagi manusia, tetapi juga bagi alam, lingkungan, dan satwa liar, sejalan dengan konsep Green Policing yang diusung Polda Riau.