PEKANBARU, DAPURREDAKSI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau terus memperkuat koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota dalam upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Hingga saat ini, Karhutla dilaporkan telah terjadi di 10 kabupaten/kota di wilayah Riau.
Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh kepala BPBD kabupaten/kota. Rapat tersebut bertujuan untuk membahas langkah penanganan Karhutla, termasuk rencana penetapan status siaga darurat Karhutla.
“Kami akan mengumpulkan kepala BPBD kabupaten/kota untuk rapat koordinasi penanganan Karhutla,” ujar Edy Afrizal, Jumat (06/2/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Provinsi Riau mulai memasuki musim kemarau pada awal tahun 2026. Namun, kondisi kemarau tersebut diprediksi tidak berlangsung lama karena akan kembali diselingi hujan hingga pertengahan tahun.
“Informasi dari BMKG, awal tahun ini akan masuk musim kemarau, kemudian hujan lagi hingga pertengahan tahun. Setelah itu baru masuk musim kemarau kedua yang diprediksi berlangsung cukup lama,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, BPBD Damkar Riau menilai perlu adanya langkah antisipasi dan kesiapsiagaan sejak dini untuk mencegah meluasnya Karhutla. Namun untuk penetapan status siaga darurat di tingkat provinsi, pihaknya masih menunggu penetapan status dari pemerintah kabupaten/kota.
“Kami masih menunggu penetapan dari kabupaten/kota. Kalau sudah ada, baru akan dibahas untuk tingkat provinsi. Informasinya Bengkalis sudah menetapkan, tetapi SK-nya belum kami terima,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait kondisi di lapangan, Edy Afrizal menyebutkan tim gabungan saat ini masih melakukan upaya pemadaman Karhutla di Kabupaten Pelalawan. Sedangkan di Kabupaten Bengkalis dan Indragiri Hilir, kebakaran sudah berhasil dikendalikan dan saat ini memasuki tahap pendinginan.
“Untuk Karhutla di Pelalawan arealnya cukup luas dan tim gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman,” pungkasnya.






