Pemerintah

Polda Riau dan Pemko Pekanbaru Perkuat Gotong Royong dan Toleransi Jelang Ramadan

11
×

Polda Riau dan Pemko Pekanbaru Perkuat Gotong Royong dan Toleransi Jelang Ramadan

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU, DAPURREDAKSI.COM – Menjelang bulan suci Ramadan, Polda Riau bersama Polresta Pekanbaru dan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menggelar aksi gotong royong dan bersih-bersih lingkungan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat sinergi lintas sektor serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Mengusung tema “Mari Wujudkan Lingkungan Bersih, Sehat, dan Nyaman”, kegiatan gotong royong dipusatkan di kawasan MTQ Pekanbaru dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, baik di tingkat Polda maupun Polres jajaran.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto, yang sebelumnya mengumpulkan kepala daerah, Forkopimda, serta para Kapolda se-Indonesia.

“Bapak Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, hadir langsung di Pekanbaru sebagai bagian dari upaya menjabarkan amanat Presiden Republik Indonesia. Arahan tersebut menekankan pentingnya kerja sama dan semangat gotong royong sesuai nilai-nilai Pancasila,” ujar Kombes Pandra, Jumat (6/2/2026).

Menurutnya, gotong royong ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, melainkan memiliki nilai strategis dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Ini adalah wujud kita bekerja sama dan sama-sama bekerja. Sasaran kegiatan meliputi sentra aktivitas masyarakat, termasuk saluran air yang berpotensi tersumbat. Apalagi saat ini kita memasuki peralihan musim hujan, sehingga perlu persiapan agar tidak terjadi persoalan lingkungan,” jelasnya.

Pandra menambahkan, kegiatan serupa akan dilaksanakan secara berkelanjutan setiap hari Jumat maupun Selasa dengan fokus pada sektor-sektor pelayanan publik. Terlebih, umat Muslim akan segera memasuki bulan Ramadan.

“Kita awali dari tempat-tempat peribadatan, sekaligus memperkuat toleransi antarumat beragama. Di sinilah keberagaman dan kebersamaan itu tampak. Kapolda Riau selalu mengingatkan pentingnya menjaga marwah dan persatuan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Ini merupakan atensi Presiden dan perintah Kapolri bahwa kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sebagai pelindung, pengayom, pelayan, pemecah masalah, sekaligus penegak hukum,” tambah mantan Kapolres Kepulauan Meranti tersebut.

Seluruh personel Polda Riau dan Polres jajaran dilibatkan dalam kegiatan ini.

“Hari ini seluruh personel melaksanakan apel pagi dan terlibat langsung dalam gotong royong. Kegiatan ini serentak di seluruh Indonesia, disesuaikan dengan waktu dan lokasi masing-masing Polda,” pungkas Pandra.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyebut kegiatan gotong royong ini sebagai kick off atau langkah awal penguatan budaya gotong royong di lingkungan Pemko Pekanbaru.

“Gotong royong hari ini adalah permulaan. Pak Wali Kota sudah mengarahkan agar setiap hari ada 30 menit sebelum bekerja untuk gotong royong di kantor masing-masing, menjaga kebersihan lingkungan kerja,” ujar Markarius.

Ia menjelaskan, selain kegiatan harian, Pemko Pekanbaru juga menetapkan titik-titik tertentu setiap pekan untuk dibersihkan bersama secara terpadu.

“Setiap minggu ada lokasi yang ditentukan untuk gotong royong bersama. Alhamdulillah, ke depan kita akan terus bersinergi dengan Polda Riau,” jelasnya.

Menurut Markarius, kebersihan fasilitas publik menjadi prioritas utama, mulai dari puskesmas, kantor lurah, hingga fasilitas pelayanan masyarakat lainnya.

“Masih ada puskesmas dengan pekarangan yang kurang terawat dan kantor lurah yang mendapat pengaduan masyarakat karena kondisi bangunannya. Ini yang kita benahi agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa kebersihan harus menyentuh seluruh area pelayanan, baik di luar maupun di dalam gedung.

“Bukan hanya di luar, tetapi juga di dalam ruangan pelayanan administrasi. Semua harus bersih dan nyaman,” tambahnya.

Meski kondisi kebersihan Kota Pekanbaru dinilai sudah jauh lebih baik dibanding awal tahun, Markarius menegaskan bahwa upaya perbaikan harus dilakukan secara konsisten.

“Alhamdulillah kondisinya sudah membaik, tetapi kita tidak boleh berhenti. Tujuan akhirnya adalah pelayanan publik yang benar-benar optimal,” tutupnya.