Utama

Wujudkan Lapas Ramah Lingkungan, Lapas Pekanbaru Gandeng DLHK Olah Sampah Jadi Pupuk Organik

6
×

Wujudkan Lapas Ramah Lingkungan, Lapas Pekanbaru Gandeng DLHK Olah Sampah Jadi Pupuk Organik

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru terus memperkuat pembinaan kemandirian bagi warga binaan dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru dalam pengelolaan sampah menjadi pupuk organik, Selasa (03/02).

Sinergi ini diwujudkan melalui pertemuan strategis guna menyusun program kerja sama yang meliputi penyuluhan pengelolaan sampah serta pelatihan pembuatan pupuk organik. Program tersebut diharapkan mampu mengubah paradigma sampah dari sekadar limbah menjadi produk bernilai guna yang dapat mendukung kegiatan pertanian di dalam Lapas.

Mewakili Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Madya, Rima Septisia, menyambut positif inisiatif Lapas Pekanbaru. Menurutnya, pengelolaan sampah di area publik seperti Lapas merupakan langkah konkret dalam menjaga keseimbangan ekosistem kota.

“Kami sangat mendukung program ini sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan Kota Pekanbaru yang bersih dan sehat, khususnya di Lapas Pekanbaru. Melalui edukasi dan pelatihan teknis, kami berharap sampah tidak lagi menjadi masalah, melainkan potensi ekonomi dan sarana edukasi bagi warga binaan,” ujar Rima.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan teknis dari DLHK Kota Pekanbaru. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada DLHK Kota Pekanbaru atas kerja sama ini. Program ini memberikan keterampilan baru bagi warga binaan. Dengan mengolah sampah menjadi pupuk organik, mereka belajar mencintai lingkungan sekaligus memiliki bekal kemandirian produktif saat kembali ke masyarakat,” ungkap Yuniarto.

Sebagai tindak lanjut, pelaksanaan program akan dikoordinasikan oleh Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) untuk proses produksi dan pelatihan teknis, serta Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) guna memastikan partisipasi warga binaan berjalan sesuai dengan proses pembinaan.

Melalui langkah ini, Lapas Pekanbaru diharapkan mampu menjadi institusi yang mandiri dalam pengelolaan limbah domestik sekaligus menjadi percontohan bagi unit pelaksana teknis lainnya dalam upaya pelestarian lingkungan.